Latest Entries »

Kisah Nyata Atau Fiktif?

Hacking pada film-film, mungkin telah sering Anda lihat dan menimbulkan pertanyaan, benarkah dalam dunia nyata hacker benarbenar mampu melakukan transfer ilegal, mengatur lampu lalu-lintas seenak hati? Ternyata, memang mungkin saja terjadi Logikanya, jika sesuatu dapat dilakukan secara legal, maka dapat dilakukan secara illegal juga! Tergantung tangan siapa yang mengatur, inti proses hacking adalah mengubah otorisasi seseorang yang seharusnya tidak berwenang menjadi memiliki wewenang untuk melakukan hal tersebut. Kevin Mitnick adalah salah satu hacker yang keluar masuk penjara karena telah melakukan pencurian kartu kredit dan akses ilegal jaringan (tidak tanggung-tanggung korbannya adalah perusahaan besar seperti Motorola dan Sun Microsystems). Tetapi juga, tidak sedikit hacker yang menyumbangkan pengetahuannya bagi keamanan komputer dan kemajuan teknologi. Maka timbul pertanyaan selanjutnya: hacker itu baik atau jahat?

Mengenali Hacker dari Topi

Defi nisi hacker itu sendiri merupakan kontroversi untuk sebagian orang. Merujuk pada keamanan komputer, hacker didefi nisikan sebagai seseorang yang fokus pada mekanisme keamanan. Seorang hacker digambarkan sebagai seseorang yang memiliki keahlian yang tinggi dalam pemrograman dan sistem komputer. Tetapi, yang dipopulerkan adalah dalam bentuk tindakan heboh oleh media masa dan dunia hiburan, yaitu menampilkan hacker sebagai sosok yang masuk menjebol sistem jaringan dan komputer secara ilegal hanya dengan mengetik pada keyboard dengan kecepatan tinggi. Sang hacker kemudian sanggup melakukan tindakan-tindakan sakti seperti mengalihkan satelit, melakukan transfer jutaan dollar, sampai mendaratkan pesawat presiden di bulan (khusus contoh yang ini mungkin di sebuah fi lm fi ksi 30 tahun mendatang). Tidak heran bagi sebagian orang, menganggap sosok hacker adalah seorang penjahat tingkat tinggi yang patut dijebloskan ke penjara Alcatraz atau setidaknya LP Cipinang. Beruntunglah bahwa kemudian terbentuk Hacker Ethic atau Etika Hacker, yang membawa pengertian hacker pada pengertian yang positif, yang mana mengakui bahwa menerobos ke dalam sistem komputer secara ilegal adalah perbuatan buruk, tetapi mene mukan dan mengeksploitasi mekanisme keamanan merupakan tindakan yang legal dan tentunya bermanfaat bagi pengembang an sistem keamanan lebih lanjut. Kelompok hacker yang menganut hacker ethic dikenal dengan sebutan White Hat (Topi Putih), dapat bekerja sendiri ataupun bekerja sama dengan client untuk mengamankan sistem mereka. Dan mungkin Anda dapat menebak, kelompok lainnya yang mendapat peran antagonis adalah kelompok hacker dengan sebutan Black Hat (Topi Hitam), yang tidak mengindahkan etika. Black Hat melakukan eksploitasi sistem untuk kepentingan pribadi ataupun kepentingan politik. Sebagai penengah, dikenal juga sebutan Gray Hat (Topi Abu-abu) yang merupakan kombinasi antara White Hat dan Black Hat. Umumnya, kelompok ini tidak bermaksud untuk menyerang suatu sistem secara sengaja, tetapi eksploitasi yang mereka lakukan ada kalanya dapat mengakibatkan kerugian.

Vulnerability

Untuk melakukan proses hacking, Anda perlu mengetahui dasar atau fundamental dari hacking itu sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa sebagian besar hacking terjadi karena hacker berhasil memanfaatkan kelemahan sistem. Kelemahan atau dikenal dengan istilah vulnerability ini, menimbulkan berbagai ancaman pada sistem. Bentuk-bentuk ancaman tersebut sedemikian banyak dan tidak jarang membuat paranoid para system administrator. Beberapa bentuk metode ancaman tersebut adalah:

1. Serangan pada Password.

Login adalah pintu utama untuk masuk ke dalam sistem, karena itu seharusnya pemilik sistem memiliki kunci yang unik untuk membukanya. Jika kunci yang digunakan tidak unik dan mudah dibuat, maka pintu yang vital ini dapat ditembus hanya dengan menebak-nebak ataupun menggunakan metode brute force attack. Brute force attack, sesuai dengan namanya, menggunakan metode menebak password dengan brutal, yaitu menggunakan berbagai kombinasi kemungkinan.

2. Social Engineering.

Metode menyusupi sistem dengan memanfaatkan faktor psikologis korban, kadang tanpa memerlukan keahlian teknis. Contoh metode social engineering sering Anda lihat pada kehidupan sehari-hari. Pernahkah Anda mendapatkan SMS/telepon yang menyatakan Anda mendapatkan hadiah tertentu, dan untuk itu Anda harus memberikan sejumlah dana atau informasi yang bersifat confidential? Jika Anda mengalami hal-hal seperti ini, perlu waspada, seorang social engineer sedang mencari mangsa! Contoh social engineering di atas tidak hanya dapat menggunakan media SMS/telepon, juga dapat menggunakan media e-mail. Jangan cepat percaya hanya dengan melihat alamat e-mail karena alamat e-mail sangat mudah dipalsukan, jika ragu, lebih baik Anda melakukan cross-check dan melihat apakah isi e-mail tersebut ujung-ujungnya hanya menguntungkan pihak tertentu. Social engineering juga sering dilakukan dengan teknik phishing di Internet, seperti melakukan modifi kasi link atau website. Berdasarkan survai, korban dari teknik phishing cukup banyak dan menimbulkan banyak kerugian.

3. Man-in-the-middle.

Dua orang sedang asyik berkomunikasi menukar informasi melalui sebuah jalur, tidak disangka bahwa seorang hacker telah mencegat pesan yang lalu lalang, hacker tersebut kemudian dapat membaca, memodifi kasi, dan mengirimkan kembali pesan yang telah berubah tersebut kepada korban. Serangan ini disebut dengan Manin- the-middle.

4. Sniffing.

Mirip dengan metode Man-in-the-middle, metode sniffing mengambil paket data yang lewat. Hanya saja sniffing bersikap pasif dan tidak melakukan mofidikasi terhadap paket tersebut, melainkan mengambil dan menganalisisnya.

5. Web Defacement.

Serangan ini umumnya tidak berbahaya, “hanya” mengubah tampilan web, tetapi tetap tergolong sebagai tindak perusakan (vandalisme). Web defacement kadang dilatarbelakangi oleh kepentingan politik atau agama. Jika web defacement berhasil menyerang sebuah website yang seharusnya memiliki keamanan tinggi (seperti website dengan fasilitas transaksi online) tentunya akan dapat mengurangi kepercayaan pelanggan. Masih banyak metode ancaman lain yang tidak cukup dibahas dalam kesempatan ini, seperti DDoS (Distributed Denial of Service), trojan, malware, spoofi ng, session hijack, injection, dan lain-lain.

Metodologi Hacking

Terdapat langkah-langkah yang umum dilakukan hacker, yang dikenal sebagai metodologi untuk melakukan hacking Walaupun bukan merupakan langkah yang harus diikuti atau selalu dilakukan hacker, tetapi umumnya menjadi acuan dasar dalam aksi mereka. Metodologi tersebut adalah:

1. Discovery/Reconnaissance.

2. Scanning.

3. Enumeration.

4. Penetration.

5. Elevation.

6. Pilfer.

7. Expansion.

8. Housekeeping.

Kita akan mengupas lebih detail metodologi hacking ini.

Discovery/Reconnaissance

Reconnaissance dikenal juga dengan sebutan footprinting, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi awal, seperti alamat IP, DNS Server, domain, tabel routing, system operasi, dan lain sebagainya. Intinya adalah mendapatkan informasi detail sebanyak-banyaknya sebagai persiapan untuk melakukan langkah selanjutnya. Seluruh informasi tersebut tidak selalu diambil secara diam-diam. Tidak jarang perusahaan- perusahaan menyebarkan dokumentasi jaringannya sendiri yang dipublikasikan di Internet atau majalah-majalah. Terdapat cukup banyak cara dan tools yang digunakan oleh hacker dalam reconnaissance misalnya dengan melihat informasi register domain pada situs-situs, seperti whois.net, arin.net, dan sebagainya. Jika Anda sering beraktivitas di Internet, jangan heran jika profil atau kegiatan Anda dapat ditemukan dengan mudah oleh orang lain Untuk itu, batasi untuk tidak menyebarkan informasi confidential Anda.

Scanning

Setelah mengenali sistem secara keseluruhan, hacker mulai mencari jalur penyusupan yang lebih spesifi k. Jalur tersebut dapat berupa port. Port yang umum digunakan oleh sistem misalnya adalah port 80 untuk HTTP, port 21 untuk FTP, port 1433 untuk Microsoft SQL Server, port 3389 untuk Terminal Services, dan lain sebagainya. Hal ini dikenal sebagai metodologi scanning. Beberapa tool yang umum digunakan, antara lain adalah NMap, SolarWinds, Super- Scan, Sam Spade, hping, War Ping, UDPScan, dan sebagainya. Bagaimana pencegahannya? Anda dapat meminimalisasikan penggunaan port dan service yang tidak diperlukan, menggunakan firewall, serta melakukan monitoring terhadap jaringan secara periodik.

Enumeration

Merupakan langkah lanjutan untuk mengambil informasi yang lebih detail. Informasi tersebut dapat berupa user-user, sharing folder, service yang berjalan termasuk dengan versinya (service sering kali mengandung kelemahan yang sering dieksploitasi oleh hacker), dan lain sebagainya. Di sini, serangan mulai dilakukan dengan berbagai cara, misalnya brute force attack ataupun sniffing paket data, man-in-the- middle, dan lain sebagainya. Utility untuk menganalisis paket data disebut dengan Packet Analyzer. Contohnya adalah Ethereal, tcpdump, Ettercap, dan lain-lain.

Penetration

Pada tahap ini, seorang hacker mengambil alih sistem setelah memperoleh informasiinformasi yang dibutuhkan. Bisa jadi hacker masuk tidak dengan hak administrator, tetapi mampu menyerang resource sehingga akhirnya mendapatkan hak akses administrator. Bisa dikatakan, jika hacker sampai masuk ke dalam tahap ini, berarti telah melewati pintu terpenting pertahanan sistem. Sayangnya, terkadang jebolnya pintu keamanan ini diakibatkan oleh kelalaian sistem itu sendiri. Contohnya adalah penggunaan password yang lemah dan mudah ditebak, kesalahan pemrograman yang mengakibatkan terbukanya serangan dari luar. Karena itu, selain melakukan konfigurasi sistem dan jaringan yang baik, pengamanan dari sisi pemrograman juga sangat vital. Contohnya adalah melakukan validasi pada sisi server terhadap parameter input dari luar. hacker mengubah status privilege-nya setara dengan user yang memiliki hak penuh terhadap sistem, ataupun memiliki hak baca/tulis/eksekusi.

Pilfer

Dengan memperoleh kontrol penuh terhadap sistem, hacker leluasa untuk melakukan apa yang dikehendakinya, seperti mengambil data yang confidential, baik dalam bentuk text file, database, dokumen, e-mail, dan lain sebagainya.

Expansion

Tidak hanya dengan menyusup pada suatu sistem, hacker dapat memperluas penyusupannya dengan memasuki sistem atau jaringan yang lain. Dalam tahap ini, seorang hacker melakukan lagi proses reconnaissance, scanning, dan enumeration dengan target sistem yang lain.

Housekeeping

Hacker yang cerdik akan meninggalkan korban tanpa meninggalkan pesan, pada umumnya sistem mencatat event-event penting yang terjadi ke dalam log file yang dapat mendeteksi keberadaan hacker. Dengan melakukan proses yang sering dikenal dengan sebutan covering track, hacker berusaha menghapus jejaknya dengan bersih. Walau tidak meninggalkan pesan, tetapi mungkin saja hacker pergi dengan meninggalkan kesan, yaitu sebuah backdoor atau jalan belakang untuk masuk ke dalam sistem lagi! Backdoor dapat dibuat agar hacker masih dapat menyusup masuk walaupun jalur sebelumnya telah tertutup. Backdoor dapat diciptakan dengan membuat user yang memiliki kontrol penuh terhadap sistem, menginstal rootkit menyebar trojan, ataupun meletakkan shell yang dapat dieksekusi secara remote.

Hacker, Sebuah Cita-cita?

Tentunya untuk menjadi hacker, seseorang harus melalui proses belajar dan pengalaman yang cukup, selain tentu saja memerlukan kreativitas dan tidak henti-hentinya mencari pengetahuan baru. Lalu, apakah hacker telah menjadi sebuah profesi yang cukup “mulia” sehingga citacita menjadi hacker perlu didukung? Yang jelas, keahlian seorang hacker patut dihargai Hanya saja bagi hacker yang memiliki motivasi yang kurang baik dan merusak, tampaknya keahlian tersebut telah disalahgunakan. Kita dapat bercermin pada Bill Gates (pendiri Microsoft Corporation), Steve Jobs, dan Steve Wozniak (pendiri Apple Inc), mereka adalah sebagian contoh nama-nama yang mengawali karir mereka sebagai anakanak muda yang memiliki keahlian tinggi dalam pemrograman dan sistem komputer, yang tentunya memiliki kapasitas seorang hacker Seandainya mereka memilih untuk melakukan hal-hal yang merusak atau hal negatif lainnya, mungkin kita tidak akan mendengar nama besar mereka seperti saat ini. Penyerangan memang terkadang identik dengan aksi hacker. Tetapi, kemampuan tersebut belumlah sempurna jika hacker tersebut tidak mengetahui bagaimana untuk menahan serangan. Di kubu manakah Anda berada? Hanya Anda sendiri yang dapat menentukan.

_ http://catb.org/~esr/faqs/hackerhowto. html

_ http://en.wikipedia.org/wiki/Hacker

_ http://en.wikipedia.org/wiki/Certified_ Ethical_Hacker

sejarah bola volly

Sejarah bola volly

Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat).

William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942. YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George William.

Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA, menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.

Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang.

Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).

Klub ini dibentuk pada tahun 1878 dengan nama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railway Football Club (Newton Heath LYR F.C.) oleh para pekerja rel kereta api di Newton Heath. Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North Road, dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama lima belas tahun, sebelum pindah ke Bank Street di kota dekat Clayton pada 1893. Tim sudah menjadi anggota Football League setahun sebelumnya dan mulai memutuskan hubungannya dengan stasiun kereta api, untuk menjadi sebuah perusahaan mandiri, mengangkat seorang sekretaris dan membuang nama belakang “LYR” sehingga menjadi Newton Heath F.C saja.

Namun pada tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan utang lebih dari £2500 dan bahkan lapangan Bank Street mereka pun telah ditutup. Hanya beberapa saat sebelum klub diputuskan untuk dibubarkan, klub tiba-tiba mendapatkan suntikan dana dari J.H. Davies, direktur sebuah perusahaan bir Manchester Breweries. Ceritanya adalah sang kapten tim, Harry Stafford, memamerkan anjingnya pada acara pengumpulan dana untuk klub. Anjing berjenis St. Bernard itu ditaksir oleh Davies dan ia ingin membelinya. Tawaran itu ditolak Stafford dan sebagai gantinya ia menawarkan Davies untuk menginvestasikan uangnya pada klub sepakbolanya sekaligus menjadi chairman Newton Heath FC.

Tawaran itu diterima dan selamatlah Newton Heath dari kebangkrutan. Setelah itu diadakanlah sebuah rapat untuk mengganti nama klub untuk menandai awal kebangkitan klub. Nama ‘Manchester Central’ dan ‘Manchester Celtic’ mencuat untuk menjadi kandidat kuat nama baru sebelum Louis Rocca, seorang anak muda imigran Italia, berkata “Bapak-bapak, mengapa tidak kita pakai nama Manchester United ?” Nama yang diusulkan Rocca disetujui dan secara resmi mulai dipakai pada 26 April 1902. Davies sang chairman baru, juga memutuskan untuk mengganti warna tim dari hijau keemasan menjadi merah-putih sebagai warna Manchester United.

Untuk memulai usaha atau bisnis janganlah menunggu kondisi yang ideal. Modal yang cukup, lokasi yang strategis, karyawan yang cakap, waktu yang luang untuk memulai bisnis adalah kondisi yang ideal. Dan untuk mendapatkan semuanya dalam waktu yang bersamaan tentu butuh pengorbanan yang lebih besar.

Apalagi bagi kita-kita yang masih berstatus sebagai karyawan di tempat lain, menunggu kondisi ideal bisa menjadi pilihan yang sulit.

Salah satu pilihan bagi seorang karyawan untuk memiliki bisnis sendiri adalah membuka usaha sambilan. Sehingga kita bisa tetap bekerja dan mendapatkan gaji. Dan kita berusaha mendapatkan tambahan penghasilan lewat usaha yang kita rintis.

Membuka usaha sambilan bisa menjadi pilihan yang menyenangkan kalau kita bisa menentukan jenis usaha dan skala usaha sesuai minat dan kemampuan kita. Kalau memang kita punya kondisi yang ideal, pilihan untuk membuka perusahaan, membuka toko, atau mengambil franchise adalah pilihan yang tepat.

Tapi bagi yang belum berani untuk mengambil resiko dengan membuka toko sendiri, ada satu pilihan yang mudah untuk segera memulai usaha, yaitu dengan sistem KONSINYASI.

Dengan sistem konsinyasi kita menitipkan barang dagangan kita ke toko, kios, atau minimarket / supermarket orang lain. Kita tidak perlu memiliki toko sendiri dan tidak perlu memiliki karyawan sendiri. Jelas akan menghemat banyak biaya. Kita hanya perlu menanamkan modal pada barang dagangan dan investasi waktu plus tenaga untuk menawarkan ke toko orang lain. Barangnyapun tidak harus buatan sendiri, bisa barang yang kita beli grosiran kemudian kita titipkan ke beberapa toko.

Kesepakatan Konsinyasi bisa fleksibel, untuk toko-toko kecil seperti kios kami, cukup dilakukan secara kekeluargaan / musyawarah mufakat dan dengan kesepakatan yang lebih mudah. Berapa barang yang ditaruh, berapa harganya, kapan mau dicek, kapan dilakukan pembayaran, dan kesepakatan lain dibicarakan bersama dan setelah deal atau kedua pihak sepakat maka Konsinyasi bisa dijalankan. Ada baiknya kesepakatan ini dilakukan secara tertulis (dan memang seharusnya tertulis) meskipun dalam format yang sederhana, sehingga jika ada perselisihan, sudah ada pedomannya.

Untuk menitipkan barang ke perusahaan yang sudah besar (minimarket atau supermarket) tentu persyaratannya lebih ketat. Pihak supermarket sudah menetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Pengalaman di kios kami (Kios Addina), setelah terlihat tokonya hidup (banyak pelanggan dan banyak transaksi), ternyata banyak yang datang menawarkan konsinyasi. Awalnya kami sangat berhati-hati, ada rasa khawatir barangnya nanti tidak laku. Tapi Alhamdulillah banyak barang konsinyasi yang berhasil terjual di kios kami.

Barang yang ditawarkan ke Kios kami juga beragam. Awalnya hanya jilbab dan produk serupa, kemudian ada yang menawarkan minyak wangi, dan bahkan sekarang ada yang menitipkan tas wanita. Para pemilik barang yang menitipkan di kios kami, secara berkala mengecek barangya laku atau belum, perlu ditambah atau belum. Kadang juga cukup dilakukan dengan SMS dan jika sudah laku, pemilik barang datang ke kios kami untuk menerima pembayaran barangnya yang laku.

Terus bagaimana kalau barang tidak laku? Pemilik barang biasanya menukar dengan barang lain dan mungkin barang yang tidak lakuk di kios kami bisa dan mungkin sekali laku di tempat lain. Jadi kalau mau menitipkan barang konsinyasi sebaiknya jangan hanya ke satu toko. Kalau bisa menitipkan barang ke banyak toko, sama saja kita punya toko banyak tanpa harus sewa toko, tanpa harus membayar karyawan, dan uangpun mengalir

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.